Senin, 27 Juni 2011

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL Non Probabilitas Acak BISDISTRIBUSI NORMAL Sistemis Ordinal

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

Ada tiga hal pokok yang penting dalam pengambilan sampel dari populasi, yaitu :

· Populasi yang terhingga dan tak terhingga.

· Pengambilan sampel secara probabilitas dan non probabilitas.

· Pengambilan sampel dengan membagi-bagi dulu populasi menjadi beberapa bagian yang disebut subpopulasi sehingga subpopulasi menjadi relatif homogen/heterogen dan pengambilan sampel langsung dari populasi ang tidak dibagi-bagi dulu menjadi beberapa subpopulasi.

1. Pengambilan Sampel Probabilitas/Acak

Suatu pemilihan ukuran sampel dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel, sehingga metode ini sering disebut sebagai prosedur yang terbaik.

  1. Cara Undian
  2. Cara Tabel Bilangan Random
  3. Cara Sistemis/Ordinal
  4. Cara Stratifikasi (Stratified Random Sampling)
    1. Jika jumlah elemen tiap subpopulasi sama

Misal : sampel yang dibutuhkan = 150

jumlah subpopulasi = 5

Maka tiap subpopulasi akan diambil 150/5 = 30 sampel

    1. Jika jumlah elemen tiap subpopulasi beda

Misal : ukuran populasi 868 terbagi dalam 5 subpopulasi, masing-masing

448,131,81,108 dan 100. Untuk mengambil 150 sampel, maka

dibuat tabel sbb :

Subpopulasi

Nilai f (sample fraction)

Sampel diambil

I

II

III

IV

V

0,516

0,151

0,093

0,124

0,116

77

23

13

19

18

Jumlah

1,00

150

  1. Cara Kluster (Cluster Sampling)

Sama dengan cara Stratifikasi, bedanya subpopulasinya heterogen. Dengan demikian masing-masing kluster dipilih secara random sebanyak yang dibutuhkan. Pengambilan sampel kluster ini kadang-kadang dikaitkan dengan pengambilan sampel wilayah, sebab dalam pelaksanaannya sering dikaitkan dengan letak geografis.

2. Pengambilan Sampel Non Probabilitas/Non Acak

Suatu pemilihan ukuran sampel dimana setiap anggota populasi tidak mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.

  1. Cara Keputuan (Judgment Sampling)
  2. Cara Kuota (Quota Sampling)
  3. Cara Dipermudah (Convinience Sampling)
  4. Cara Bola Salju (Snowball Sampling)

KEKELIRUAN SAMPLING

Proses penelitian harus terbebas/paling tidak hanya memiliki sedikit kesalahan baik pada saat pengumpulan data, saat melakukan pengolahan data sampai pada penyajian informasi sebagai hasil penelitian. Pada tahap pengumpulan data sampel terdapat medan-medan dimana kekeliruan “sampling” dapat terjadi, oleh karena itu perlu diantisipasi sedini mungkin.

  1. Kekeliruan Sampling

Terjadinya kekeliruan pada saat menelaah sampel, misalnya : penentuan jumlah sampel yang harus diambil.

  1. Kekeliruan Tak Sampling

Kekeliruan ini disebabkan misalnya oleh populasi yang tidak jelas, pertanyaan-2 yang tidak tepat, dan obyek yang diteliti ternyata tidak seluruhnya didapat.

SAMPEL BISDISTRIBUSI NORMAL

Untuk menentukan apakah data sampel berdistribusi normal, adalah :

· Kurva Normal (uji distribusi normal)

· Uji Chi Kuadrat

· Uji Lillieforts

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

1. "Blog ini Do Follow, silakan post untuk mendapatkan Backlink"
2. "Anda Follow, pasti saya Followback"
3. "Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"
4. "Terima Kasih Lagi . . . !!!"

Komentar Anda Sangat Kami Harapkan Untuk Kemajuan Blog Ini. isikan komentar anda disini !